Senin, 17 Juli 2017

Puisi Kehidupan Manusia Nikmat Yang Hakikat | 34 Sastra Indonesia

NIKMAT YANG HAKIKAT
Puisi Kehidupan Manusia Nikmat Yang Hakikat | 34 Sastra Indonesia

Tenggelam dalam lautan bersalah
Tak tau kemana arah berjalan terluntang lantung
Bagaikan gelandangan lautan yang begitu dalam 
Membuat kepala dan jantung berhenti berfikir dan berdetak

Angin malam yang dingin
Aku bertanya apakah akan turun hujan?
Turun hujan saat bulan dan bintang bersinar terang?
Air hujan kesedihan deras bercucuran

Mengangkat tangan
Mendangakkan kepala
Memejamkan mata
Membuka pintu hati
dan berdoa
dengarkan doa ku wahai pencipta

Tunjukkan lah jalan pulang untuk ku
kembali ke jalan mu 
ke jalan yang engkau janjikan
membimbing ku pada kenikmatan yang hakikat
bukan kenikmatan yang akan membawa kualat dan azab

Karya : Rafianto


EmoticonEmoticon