Friday, September 15, 2017

pantun sindiran terbaru JANGAN MAKAN NASI BASI | 34 Sastra Indonesia

JANGAN MAKAN NASI BASI

pantun sindiran terbaru JANGAN MAKAN NASI BASI | 34 Sastra Indonesia

Geal geol jalan nya itik
Di pandang terus amat menarik
Para pejabat terlihat baik
Waktu kampanye terlihat muluk

Jangan makan nasi basi
Makan saja ikan teri
Kalau sudah duduk di kursi
Pejabat lupa dengan janji

Ke mushalla hendak mengaji
Berangkat nya bersama susi
Jika sudah mendapat gaji
Jangan lagi berkorupsi

Makan mie alas nya mangkuk
Makan nya campur krupuk
Kursi pejabat memang empuk
Kerja sidikit gaji menumpuk

Ada ular ular berbisa
Sedang mengejar sang mangsa
Karna korupsi rakyat sengsara
Kita harus menumpas nya

Pergi ke sungai membawa jala
Untuk menangkap ikan laga
Karna korupsi merajalela
Wahai pejabat sudahkan saja

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Senin 11 September 2017 19:16

baca juga Pantun cinta terbaru KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN | 34 Sastra Indonesia
Read More

Wednesday, August 30, 2017

Puisi untuk alam terbaru PESAN DARI BUMI UNTUK MANUSIA | 34 Sastra Indonesia

PESAN DARI BUMI UNTUK MANUSIA

Terasa pahit
Melebur bersama lara
Aku amat sengsara
Itulah hidup ku

Aku adalah bumi
Tempat di mana makhluk hidup tinggal
Tapi...
Hidup ku amat sengasara

Manusia-manusia jahat
Yang telah merusak ku
Menghancurkan ku
Betapa sedih nya aku

Aku adalah bumi
Aku ciptaan tuhan yang maha esa
Aku di titip kan oleh nya
Untuk memberikan sumber kehidupan makhluk nya

Tapi mereka...
Manusia-manusia jahat
Tidak mau berhenti
Demi apa yang ia inginkan

Aku bumi..
Hannya berhapar manusia sadar dengan kebutuhannya
Tapi demi impian
Mereka tak ingin berhenti

Aku letih
Aku terluka dan tersakiti
Oleh manusia yang tak bertanggung jawab
Ini lah derita ku

Isi ku sudah hancur
Manusiaaa...
Berhati-hatilah
Pertahankan atmosfer ku


Karya sastra : Nur baity, Riau - Siak Sriindrapura
34 SASTRA INDONESIA
29-Agustus-2017, Pagi 07:44

halo sahabat sastra bagaimana puisi di atas sangat menarik dan cukup berkesan tentunya, puisi tersebut di karang oleh seorang pelajar dan juga penulis di 34 sastra indonesia yang bernama nur baity dia adalah seorang gadis dari kota Siak sriindrapura, alasan puisi ini dia ciptakan karena seiring berkembangnya zaman dan waktu dia melihat alam yang kita pijak saat ini bumi yang sejak lahir telah memberikan kita kehidupan kini semakin mengerikannya bumi ini, dia berada di sebuah kota melihat sejauh mata memandang dan hasilnya hanyalah gedung-gedung raksasa dia tak lagi menemukan hutan dan pepohonan yang rindang seperti dulu, tak terdapat lagi tanah kososng padahal kita tahu bahwa hampir semua sumbermakanan berasal dari bumi atau bercocok tanam.

begitu miris bumi ini hutan yang dulunya memberikan sumber hidupan yang sehar dan melimpah kini telah rata dengan bangunan raksasa yang di bangga-banggakan padalah di balik itu bumi merintih kesakitan karena keindahanya di kikis sedikit demi sedikit. di akhir bumi berpesan agar kita dapat menjaga sumberdaya alam ini karna apa bila tidak kita sadari semua ini akan mengakibatkan hal yang tidak kita inginkan tentunya bencana pasti selalu ada dalam kehidupan manusia.
Read More

Tuesday, August 29, 2017

Pantun cinta terbaru KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN | 34 Sastra Indonesia

KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN

Hari ini hari sabtu
Nanti malam,malam minggu
Kalau aku boleh tau
Sebesar apa cinta mu padaku

Jual sayur di pasar minggu
Pulang nya sekitar jam satu
Terimakasih untuk cara mu
Yang menjaga aku dan hati ku

Paling enak makan tahu
Makan nya sebijik pakai garpu
Cinta ku hanya satu
Kan ku buktikan kepada mu

Gadis kecil berkepang pita
Hendak pergi ke luar kota
Rasa cinta tetap di jaga
Agar hati selalu bahagia

Ketika perang di negeri jerman
Banyak musuh banyak lawan
Tidak kaya tidak tampan
Yang nomor satu kenyamanan

Bunga mawar tangkai berduri
Wangi sedap tenangkan hati
Izin kan aku menjadi bidadari
Mendampingi mu sepanjang hari

Pohon mangga di tepi rawa
Semua buah terlihat muda
Tetap lah romantis sampai tua
Jangan kalah sama yang tua

Masak ikan di dalam kuali
Paling enak campur terasi
Bukan harta yang aku cari
Tapi cinta yang abadi

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRA INDONESIA
Senin 28 Agustus 2017 05:06

Halo apa kabar sahabat sastra ketemulai di 34 Sastra Indonesia, gimana barusan pantunya romantis dan lucu tentunya, perlu sahabat tau puisi itu di karang oleh seorang penulis sastra di 34 sastra indonesia dia berasala salah satu kota di riau tepatnya di daerah Kota Siak Sriindrapura, semoga pantun di atas dapat menghibur dan menjadi referensi bagi sahabat sastra sekalian,

Kami menerima request pantun dan puisi dari sahabat, jika sahabat senang dengan sastra dan ingin mencurahkan isi hati sahabat bisa komen di kolom komentar yang ada di bawah, selain itu jika sahabat ada ide menarik tentang pantun silahkan di sampaikan saya insyaallah kami akan buatkan pantun yang sesuai dengan saran sahabat, Terimakasih.
Read More

Sunday, August 27, 2017

Pantun Cinta terbaru RUSA UNTUK SANG RATU | 34 Sastra Indonesia

RUSA UNTUK SANG RATU

Pantun Cinta terbaru RUSA UNTUK SANG RATU | 34 Sastra Indonesia

Di mana keomg hendak bertelur
Di atas kayu di rongga batu
Dari malam tak bisa tidur
Selalu teringat wajah cantik mu

Membeli sepatu di pasar minggu
Tidak lupa juga membali baju
Kalau kamu cinta padaku
Katakan saja i love you

Limau purut di tepi rawa
Terdapat juga pohon jambu
Terimakasih wahai mertua
Telah izinkan aku menjadi menantumu

Berburu rusa di tengah hutan
Rusa di dapat untuk si ratu
Jikalau boleh aku katakan
Aku sayang pada anak mu

Ada tebu di ikat kayu
Tumbuh juga pohon bambu
Aku rindu pada anak mu
Bagaiman hendak bertemu

Buah manggis belum masak
Jangan di lempari pakai batu
Makan tak enak tidur tak nyenyak
Karna ku rindu ingin bertemu

Karya sastra ; Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Kamis 24 Agustus 2017 08:34
Read More

Thursday, August 24, 2017

Kumpulan pantun cinta terbaru SIANG TERBAYANG MALAM TERMIMPI | 34 Sastra Indonesia

Kumpulan pantun cinta terbaru SIANG TERBAYANG MALAM TERMIMPI | 34 Sastra Indonesia

Kalau ada buah pepaya
Petik yang muda jangan yang tua
Pada dirimu ku jatuh cinta
Siang dan malam terbayang di mata

Kuntum bunga mulai memutik
Tarlihat indah di pandang mata
Ada banyak wanita cantik
Cuma kamu yang aku cinta

Pergi berkebun bersama pak somat
Membawa bekal untuk di makan
Terlalu banyak wanita mendekat
Cuma dirimu yang aku dambakan

Jika buaya sakit mata
Susah melihat satu musuh nya
Buat apa bermain cinta
Jika hanya membuat sengsara

Pergi ke taman di pagi hari
Sampai di taman melihat melati
Wahai kamu pujaan hati
Siang terbayang malam termimpi

Ada apa di serbrang itu
Warna nya biru ku lempar batu
Hai kamu si putri malu
Aku mau bilang i miss you

Ke tepi sungai melempar batu
Batu di lempar terkena ikan
Jangan pernah ragukan aku
Janji setia yang ku ikrarkan

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Kamis 24 Agustus 2017 09:48
Read More

Monday, August 21, 2017

Kumpulan pantun agama terbaru MATILAH BADAN DIKALA ITU | 34 Sastra Indonesia

Kumpulan pantun agama terbaru MATILAH BADAN DIKALA ITU | 34 Sastra Indonesia

Berdiri tegak sambil menari
jatuh ke tanah kaki pun luka
kejelekan orang jangan di cari
bila tak ingin kurang pahala puasa

memasak sayur di atas tungku
sayur santan di tambah ikan
mati lah badan dikala itu
sebab menganut iblas dan setan

Membaca al-quran harus di simak
agar tidak terdapat salah harkat
harta di dunia jangan di tamak
bila mati tidak kan mengikut

Duduk  manis di bawah pohon
beralas tikar di tepi sawah
hidup di dunia banyak cobaan
kepada ALLAH kita kita berserah

Orang lewat jangan di hadang
selain takelok juga tercela
dalam al-quran ada larangan
perbuatan zina jangan di coba

kepadang datar bersama-sama
pergi bermain layang-layang
jika ingin masuk surga
seringlah mengaji dan juga sembahyang

Karya sastra : Nur baity| Riau, Senin 21 agustus 2017
34SASTRAINDONESIA

Read More

Saturday, August 19, 2017

Puisi terbaik kemerdekaan 17 agustus PEMUDA DAN BANGSA YANG BESAR | 34 Sastra Indonesia

Puisi terbaik kemerdekaan 17 agustus PEMUDA DAN BANGSA YANG BESAR | 34 Sastra Indonesia

Pahlawan kuu...lihat lah ini... di tempat kami berdiri.
Sejauh mata memandang nusantara yang pernah menjadi saksi.
Ku harap kau bisa melihat nya dengan sangat jelas...
Lebih diatas dari kata terimakasih ku ucapkan kepada mu...
Lihatlah negri yang dulu kau bela dan kau pertahan kan.

Kini telah tumbuh semakin besar dan berkembang.
Sungai sungai berair merah yang dulu mengerikan.
Telah menjadi sumber kehidupan bagi yang membutuhkan.
Perkampungan suram dan mayat di mana mana?.
Kau tak akan menemukan nya lagi sekarang.

Sejarah yang kau tinggalkan kepada kami generasi baru.
Cerita tentang kegagahan dan keberanian mu .
Telah terdengar hingga ke telinga anak cucu mu.
Perjuanganmu menjadikan pendongkrak semangat pemuda.
Turut ikut menjaga dan mempertahankan ke aslian indonesia.

72 tahun sudah indonesia merdeka.
Andai kan kami bisa melihat senyum bahagia mu di sini.
Bersama kami generasi penerus bangsa.
Merayakan hari jadi indonesia bersama sama.
Kan kami junjung tinggi diri mu.

Zaman telah berubah
Semua menjadi lebih baik
Tapi sayang
Khalifah nakal yang tak punya harga diri
Menyikat kekayaan rakyat untuk kepentingan nya sendiri

Dengan bebas berkeliaran di atas bumi pertiwi
Berpesta di atas tanah yang kau jaga dulu  
Kami tak bisa berbuat banyak
Hanya menunggu kehendak tuhan
Dengan cara nya menghukum mereka

Karya sastra : Rafianto
34SASTRAINDONESIA
Siak Selasa 17 Agustus 2017 09:04

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”(Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
Kenapa sukarno mengatakan hal demikian menurut saya karena bangsa indonesia adalah suatu bangsa yang besar, kita dapat melihat berbagai suku dan budaya yang ada di indonesia dapat bersatu padu menjadi satu. agama yang berbeda-beda tak memihak satu dengan yang lainya membuat bangsa ini dapat di terima oleh semua kalangan, kerukunan dan persaudaraan yang sangat erat serta sejarah negara yang panjang rasanya sudah cukup dari lebih untuk bangsanya belajar dari sejarah para pahlawanya, berpondasi dari semangat juang para pahlawan menjadikan rakyatnya semakin kuat dalam mempertahankan kesatuan bangsa indonesia, semangat juang rakyat indonesia sudah berada di hati dan jiwa para rakyatnya untuk senantiasa membela tanah air tercinta, tapi walau begitu sampai kapanpun setiap kehidupan pasti ada terjalnya. seperti yang kita tau masih banyak hal yang harus kita perbaiki dan jaga bersama agar bangsa ini tidak tercpecah belah walaupun kita sudah tau pada akhirnya nantik semua ini akan ada masanya di mana akhir dari segala kehidupan dunia adalah kiamat.
Read More

Friday, August 18, 2017

Puisi perjuangan terbaru DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA | 34 Sastra Indonesia

 DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA

Puisi perjuangan terbaru DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA | 34 Sastra Indonesia
Ku lihat engkau di sana
Berperang melawan musuh
Dengan  bambu runcing yang menemani
Dengan semangat yang membara

Tak menyerah patah arang
Tak gentar medan kau lawan
Ketih raga kau rasakan
Jatuh tanda tak kalah

Semangat mu yang kuat
Membangkitkan diri yang terjatuh
Menghadap lawan lalu menyerang
Dengan satu bambu runcing mu

Di sini aku berdoa
Kau pasti mampu bangkit hadapi lawan
Tak dengar caci maki mereka
Semangat bersatu pahlawan ku

Pahlawan
Walau tulang tak lagi menyatu
Tepi jiwa berkata beda
Semangat maju terus maju
Indonesia ku pantang lah mundur

Karya sastra : Nur baity, Riau
34SASTRAINDONESIA
Senin 17 Agustus 2017

jangan fikirkan apa yang telah negara beri kepada kita tapi fikirkan apa yang akan kita beri untuk negara kita Ir.soekarno mengatakan "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."  belia menegaskan bahwa perjuanganya lebih mudah karna melawan penjajah yang jelas musuhnya ada di depan mata sedangkan kita yang telah merasakan kemerdekaan harus menjaganya dari penjajah baik itu dari dalam maupun dari luar baik itu yang terlihat maupun tidak.
Read More