Tuesday, November 28, 2017

Pantun agama terbaru MAKAN TONGKOL NASIK UDUK | 34 Sastra Indonesia

MAKAN TONGKOL NASIK UDUK

Pantun agama terbaru MAKAN TONGKOL NASIK UDUK | 34 Sastra Indonesia

siang hari bermain layang-layang
bermain layangan di dekat ladang
bangunkan ibu waktu sembahyang
jadilah anak yang tersayang

anak inem nama nya sanah
hendak pergi jalan keluar kota
dengan ibu jangan membantah
agar tidak jadi anak durhaka

jalan-jalan ke papua
setelah papua ke maluku
jika ingin di sayang orang tua
sayangilah mereka dahulu

pergi ke ladang di pagi buta
sampai di ladang nampak lah mangga
ibu sayang kepada anaknya
tulus dan ikhlas sepanjang masa

masak udang di tambah lada
lada tercampur pedas rasanya
jika anak sudah durhaka
surga tak dapat menagis rasanya

makan tongkol nasik uduk
tidak lupa pula ikan teinya
dengan ayah ibu hendak lah tunduk
jika ingin mendapat surganya

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 06 September 2017 20:46 
Read More

Puisi agama MENSYUKURI SEGALA NIKMAT MU | 34 Sastra Indonesia

MENSYUKURI SEGALA NIKMAT MU


Saat ku pandang bumi
Dari ujung ke ujung
Semua isi alam semesta begitu indah
Aku merasakan kenyamanan

Tidak hanya diri ku
Semua pasti merasakan
Keindahan dan ketenangan
Inilah cuptaan mu

Kau yg maha mulia
Kau memberikan seluruh kebahagiaan
Pada umat-umat mu
Iya merasakan

Tapi...
Bagi manusia yang mensyukuri
Mensyukuri segala nikmat mu
Iya pasti merasakan

Tuhan..
Bumi ini terlihat sangat indah
Begitu nyaman di rasakan
Terimakasih kau telah hadir kan ku tuk merasakan isi bumi mu


Karya Sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Minggu 24 September 2017 20:31
Read More

Sunday, November 26, 2017

Puisi alam terbaru BINTANG MALAM | 34 Sastra Indonesia

BINTANG MALAM

Puisi alam terbaru BINTANG MALAM | 34 Sastra Indonesia

Saat matahari terbenam
Senja pun mulai terlihat
Langit menjadi gelap hitam
Kesunyian ku pun kian datang

Saat bintang malam hadir
Aku berkata padanya
Wahai sinar bintang malam
Terangi lah hati ku yang dalam kesepian

Saat semua bintang berbaris rapi
Aku lihat semuanya
Membawa kelap kelip cahaya
Begitu indah menghiasi langit malam

Bintang ku
Di saat mata hari pulang
Di saat malam datang
Kau lah yang selalu menemani aku

Bintang ku
Pancarkan sinar indah mu selalu
Agar langit terlihat indah
Dan tak kelam saat ku memandang

Bintang ku
Temani aku di malam yang sunyi
Sampai aku terlelap dalam  tidurku
Hingga mentari menyambut pagi


Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 27 September 2017/09:10
Read More

Monday, October 2, 2017

Kumpulan puisi kehidupan KENANGAN MASA KECIL KU | 34 Sastra Indonesia

KENANGAN MASA KECIL KU

Kumpulan puisi kehidupan KENANGAN MASA KECIL KU | 34 Sastra Indonesia

Ketika aku masih kecil
Semua yang aku lakukan terasa indah
Merengek rewel tertwa gembira
Semua itu sudah biasa

Namun semua itu sudah berlalu
Sudah menjadi kenangan yang lucu
Yang ku ingat saat ini
Aku merasa ingin kembali ke masa kecil ku

Namun usia ku sudah beranjak
Aku bukan lah anak kecil lagi
Dan bukan lagi masa kecil yang ku sebut
Tetapi masa remaja menjelang dewasa

Terkadang aku mengingatnya
Keusilan diri ku yang hanya menyusah kan
Tetapi fikiran ku tak ada gundah
Semua itu ku anggap kebahagiaan

Terkadang aku ingin kembali di masa kecil ku
Masa dimana hanya ada kesenangan
Namun sekarang tak seperti itu
Rasanya semua tak seindah masa kecil

Namun kan ku nikmati dengan bersyukur
Pasty tuhan akan memberi kebahagiaan
Aku yakin kebahagiaan masa kecil ku
Akan kembali ku nikmati

Tak ada kesedihan di dalam hati
Semua ingin ku rasa kembali
Meskipun secara fisik aku bukan anak kecil lagi
Tapi masa kcil ku ingin ku ulang kembali

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 27 September 2017/09:16
Read More

Sunday, October 1, 2017

Puisi agam terbaru KEMATIAN | 34 Sastra Indonesia

KEMATIAN

Puisi agam terbaru KEMATIAN | 34 Sastra Indonesia

Tak bisa di kira...
Kapan pun.
Dimna pun.
Nantii...jika kan datang.

Waktu tak dapat berlari...
Diri akan merasa.
Saat malaikat menjemput.
Saat nyawa tercabut.

yaatuhaannnn... sungguh ku tau...
kematian adalah hak dari setiap makhluk...
dan benar sakaratul maut telah menghampiri...
sakaratul maut ini benar-benar nyata...

Jasad...
Yang tertangisi...
Roh yang tak menyatu...
Hidup dan mati di tangan mu...

Di situlah..
Saat raga tertutupi kain putih
Terikat tali dan berbaring
Terbujur kaku di dalam gelap alam kubur

Sepii...
Sunyii...
Sendirii...
Tak ada seorang pun yang temani.

Hanya malaikat...
Dan amal sholeh yang menjadi penolong
Di atas tertindih batu nisan.
Sebagai pengenal

Karya Sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 27 September 2017 08:56
Read More

Tuesday, September 26, 2017

Kumpulan puisi agama terbaru DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD | 34 Sastra Indonesia

DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD

Kumpulan puisi agama terbaru DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD | 34 Sastra Indonesia

Ku berdiri di atas sajadah
Lafazkan niat
Niat yg tulus untuk menghadap mu
Ya allah

Aku..
Duduk bersimpuh dan bersujud
Ku hadapkan segalanya keapadamu
Ku acung kan jari telunjuk

Yaaaroooobbbbiii....
Hati kecil ku terus bergumam
Melantun kan do'a-do'a
Berikan aku rahmad dan hidayah mu

Ya allah
Ku angkat tangan
Trus melantun kan do'a
Terangi hati ku yang penuh noda

Ya allah
Engkaulah yang maha pengampun
Ampuni dosa hamba mu ini
Bersih kan hati ini yang terlalu kental akan dosa

Bawalah diri ku kejalan mu
Dan terang kan lah
Buka hati dan fikiran ku untuk bertabayyun
Tuntun lah akuu..

Karya Sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Selasa 26 September 2017 06:39
Read More

Monday, September 25, 2017

Puisi idil adha terbaru MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH | 34 Sastra Indonesia

MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH

Puisi idil adha terbaru MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH | 34 Sastra Indonesia

Idil adha
merah darah tumpah mengalir
membasahi tanah
terseret tambang dan terjatuh tanpa daya

Idil adha
langit kebahagiaan telah terbentang
bumi yang suci telah di hamparkan
ku doakan hatimu seluas langit dan bumi

Ya-Allah
idul adha mu telah datang menghampiri
mengingatkanku atas peristiwa nabi ismail
beliau telah mengajarkan ketakwaan yang sangat tinggi

Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
walillah'hilham

Takbir kembali terdengar
menyambut datang nya idul adha
terimakasih atas rezeki yang telah engkau limpahkan
hari kemenangan ke dua bagi umat mu


 Karya sastra : Nur baity
34SASTRAINDONESIA
Jum'at 01 September 2017 06:23
Read More

Sunday, September 24, 2017

Pantun anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia

 SEBIJI DUKU DI BAGI DUA

Puisi anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia

Sana gunung sini gunung.
Terdapat pula bunga melati.
Jaukan lah obat terlarang.
Karna bisa merusak diri.

Beli roti rasa kelapa.
Makan berdua di taman kota.
Jauhkan lah itu narkoba.
Dari negara indonesia.

Sebiji duku di bagi dua.
Yaitu aku dengan julia.
Karna narkoba sangat berbahaya.
jadi janglan pernah coba-coba.

Jalan jalan ke danau toba.
Berangkat dengan si manis dinda.
Jagan coba menjamah narkoba.
Akibatnya hidup akan sengsara.

Jika sudah kumpul bersama.
Lupa waktu karna bercanda.
Hindarkan diri dari narkoba.
Jika ingn tetap bahagia.

Jika hendak pergi menjala.
Ambl lah jala bertali panjang.
Jika pernah menggunakan narkoba.
Jangan harap hidup kan senang.

Karya sastra : Nur baity, Pekanbaru Riau
34SASTRAINDONESIA
Sabtu 23 September 2017 18:43
Puisi anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia
Read More