Monday, October 2, 2017

Kumpulan puisi kehidupan KENANGAN MASA KECIL KU | 34 Sastra Indonesia

KENANGAN MASA KECIL KU

Kumpulan puisi kehidupan KENANGAN MASA KECIL KU | 34 Sastra Indonesia

Ketika aku masih kecil
Semua yang aku lakukan terasa indah
Merengek rewel tertwa gembira
Semua itu sudah biasa

Namun semua itu sudah berlalu
Sudah menjadi kenangan yang lucu
Yang ku ingat saat ini
Aku merasa ingin kembali ke masa kecil ku

Namun usia ku sudah beranjak
Aku bukan lah anak kecil lagi
Dan bukan lagi masa kecil yang ku sebut
Tetapi masa remaja menjelang dewasa

Terkadang aku mengingatnya
Keusilan diri ku yang hanya menyusah kan
Tetapi fikiran ku tak ada gundah
Semua itu ku anggap kebahagiaan

Terkadang aku ingin kembali di masa kecil ku
Masa dimana hanya ada kesenangan
Namun sekarang tak seperti itu
Rasanya semua tak seindah masa kecil

Namun kan ku nikmati dengan bersyukur
Pasty tuhan akan memberi kebahagiaan
Aku yakin kebahagiaan masa kecil ku
Akan kembali ku nikmati

Tak ada kesedihan di dalam hati
Semua ingin ku rasa kembali
Meskipun secara fisik aku bukan anak kecil lagi
Tapi masa kcil ku ingin ku ulang kembali

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 27 September 2017/09:16
Read More

Sunday, October 1, 2017

Puisi agam terbaru KEMATIAN | 34 Sastra Indonesia

KEMATIAN

Puisi agam terbaru KEMATIAN | 34 Sastra Indonesia

Tak bisa di kira...
Kapan pun.
Dimna pun.
Nantii...jika kan datang.

Waktu tak dapat berlari...
Diri akan merasa.
Saat malaikat menjemput.
Saat nyawa tercabut.

yaatuhaannnn... sungguh ku tau...
kematian adalah hak dari setiap makhluk...
dan benar sakaratul maut telah menghampiri...
sakaratul maut ini benar-benar nyata...

Jasad...
Yang tertangisi...
Roh yang tak menyatu...
Hidup dan mati di tangan mu...

Di situlah..
Saat raga tertutupi kain putih
Terikat tali dan berbaring
Terbujur kaku di dalam gelap alam kubur

Sepii...
Sunyii...
Sendirii...
Tak ada seorang pun yang temani.

Hanya malaikat...
Dan amal sholeh yang menjadi penolong
Di atas tertindih batu nisan.
Sebagai pengenal

Karya Sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Rabu 27 September 2017 08:56
Read More

Tuesday, September 26, 2017

Kumpulan puisi agama terbaru DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD | 34 Sastra Indonesia

DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD

Kumpulan puisi agama terbaru DUDUK BERSIMPUH DAN BERSUJUD | 34 Sastra Indonesia

Ku berdiri di atas sajadah
Lafazkan niat
Niat yg tulus untuk menghadap mu
Ya allah

Aku..
Duduk bersimpuh dan bersujud
Ku hadapkan segalanya keapadamu
Ku acung kan jari telunjuk

Yaaaroooobbbbiii....
Hati kecil ku terus bergumam
Melantun kan do'a-do'a
Berikan aku rahmad dan hidayah mu

Ya allah
Ku angkat tangan
Trus melantun kan do'a
Terangi hati ku yang penuh noda

Ya allah
Engkaulah yang maha pengampun
Ampuni dosa hamba mu ini
Bersih kan hati ini yang terlalu kental akan dosa

Bawalah diri ku kejalan mu
Dan terang kan lah
Buka hati dan fikiran ku untuk bertabayyun
Tuntun lah akuu..

Karya Sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Selasa 26 September 2017 06:39
Read More

Monday, September 25, 2017

Puisi idil adha terbaru MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH | 34 Sastra Indonesia

MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH

Puisi idil adha terbaru MERAH DARAH MEMBASAHI TANAH | 34 Sastra Indonesia

Idil adha
merah darah tumpah mengalir
membasahi tanah
terseret tambang dan terjatuh tanpa daya

Idil adha
langit kebahagiaan telah terbentang
bumi yang suci telah di hamparkan
ku doakan hatimu seluas langit dan bumi

Ya-Allah
idul adha mu telah datang menghampiri
mengingatkanku atas peristiwa nabi ismail
beliau telah mengajarkan ketakwaan yang sangat tinggi

Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
walillah'hilham

Takbir kembali terdengar
menyambut datang nya idul adha
terimakasih atas rezeki yang telah engkau limpahkan
hari kemenangan ke dua bagi umat mu


 Karya sastra : Nur baity
34SASTRAINDONESIA
Jum'at 01 September 2017 06:23
Read More

Sunday, September 24, 2017

Pantun anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia

 SEBIJI DUKU DI BAGI DUA

Puisi anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia

Sana gunung sini gunung.
Terdapat pula bunga melati.
Jaukan lah obat terlarang.
Karna bisa merusak diri.

Beli roti rasa kelapa.
Makan berdua di taman kota.
Jauhkan lah itu narkoba.
Dari negara indonesia.

Sebiji duku di bagi dua.
Yaitu aku dengan julia.
Karna narkoba sangat berbahaya.
jadi janglan pernah coba-coba.

Jalan jalan ke danau toba.
Berangkat dengan si manis dinda.
Jagan coba menjamah narkoba.
Akibatnya hidup akan sengsara.

Jika sudah kumpul bersama.
Lupa waktu karna bercanda.
Hindarkan diri dari narkoba.
Jika ingn tetap bahagia.

Jika hendak pergi menjala.
Ambl lah jala bertali panjang.
Jika pernah menggunakan narkoba.
Jangan harap hidup kan senang.

Karya sastra : Nur baity, Pekanbaru Riau
34SASTRAINDONESIA
Sabtu 23 September 2017 18:43
Puisi anti narkoba terbaru SEBIJI DUKU DI BAGI DUA | 34 Sastra Indonesia
Read More

Friday, September 15, 2017

pantun sindiran terbaru JANGAN MAKAN NASI BASI | 34 Sastra Indonesia

JANGAN MAKAN NASI BASI

pantun sindiran terbaru JANGAN MAKAN NASI BASI | 34 Sastra Indonesia

Geal geol jalan nya itik
Di pandang terus amat menarik
Para pejabat terlihat baik
Waktu kampanye terlihat muluk

Jangan makan nasi basi
Makan saja ikan teri
Kalau sudah duduk di kursi
Pejabat lupa dengan janji

Ke mushalla hendak mengaji
Berangkat nya bersama susi
Jika sudah mendapat gaji
Jangan lagi berkorupsi

Makan mie alas nya mangkuk
Makan nya campur krupuk
Kursi pejabat memang empuk
Kerja sidikit gaji menumpuk

Ada ular ular berbisa
Sedang mengejar sang mangsa
Karna korupsi rakyat sengsara
Kita harus menumpas nya

Pergi ke sungai membawa jala
Untuk menangkap ikan laga
Karna korupsi merajalela
Wahai pejabat sudahkan saja

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRAINDONESIA
Senin 11 September 2017 19:16

baca juga Pantun cinta terbaru KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN | 34 Sastra Indonesia
Read More

Wednesday, August 30, 2017

Puisi untuk alam terbaru PESAN DARI BUMI UNTUK MANUSIA | 34 Sastra Indonesia

PESAN DARI BUMI UNTUK MANUSIA

Terasa pahit
Melebur bersama lara
Aku amat sengsara
Itulah hidup ku

Aku adalah bumi
Tempat di mana makhluk hidup tinggal
Tapi...
Hidup ku amat sengasara

Manusia-manusia jahat
Yang telah merusak ku
Menghancurkan ku
Betapa sedih nya aku

Aku adalah bumi
Aku ciptaan tuhan yang maha esa
Aku di titip kan oleh nya
Untuk memberikan sumber kehidupan makhluk nya

Tapi mereka...
Manusia-manusia jahat
Tidak mau berhenti
Demi apa yang ia inginkan

Aku bumi..
Hannya berhapar manusia sadar dengan kebutuhannya
Tapi demi impian
Mereka tak ingin berhenti

Aku letih
Aku terluka dan tersakiti
Oleh manusia yang tak bertanggung jawab
Ini lah derita ku

Isi ku sudah hancur
Manusiaaa...
Berhati-hatilah
Pertahankan atmosfer ku


Karya sastra : Nur baity, Riau - Siak Sriindrapura
34 SASTRA INDONESIA
29-Agustus-2017, Pagi 07:44

halo sahabat sastra bagaimana puisi di atas sangat menarik dan cukup berkesan tentunya, puisi tersebut di karang oleh seorang pelajar dan juga penulis di 34 sastra indonesia yang bernama nur baity dia adalah seorang gadis dari kota Siak sriindrapura, alasan puisi ini dia ciptakan karena seiring berkembangnya zaman dan waktu dia melihat alam yang kita pijak saat ini bumi yang sejak lahir telah memberikan kita kehidupan kini semakin mengerikannya bumi ini, dia berada di sebuah kota melihat sejauh mata memandang dan hasilnya hanyalah gedung-gedung raksasa dia tak lagi menemukan hutan dan pepohonan yang rindang seperti dulu, tak terdapat lagi tanah kososng padahal kita tahu bahwa hampir semua sumbermakanan berasal dari bumi atau bercocok tanam.

begitu miris bumi ini hutan yang dulunya memberikan sumber hidupan yang sehar dan melimpah kini telah rata dengan bangunan raksasa yang di bangga-banggakan padalah di balik itu bumi merintih kesakitan karena keindahanya di kikis sedikit demi sedikit. di akhir bumi berpesan agar kita dapat menjaga sumberdaya alam ini karna apa bila tidak kita sadari semua ini akan mengakibatkan hal yang tidak kita inginkan tentunya bencana pasti selalu ada dalam kehidupan manusia.
Read More

Tuesday, August 29, 2017

Pantun cinta terbaru KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN | 34 Sastra Indonesia

KETIKA PERANG DI NEGERI JERMAN

Hari ini hari sabtu
Nanti malam,malam minggu
Kalau aku boleh tau
Sebesar apa cinta mu padaku

Jual sayur di pasar minggu
Pulang nya sekitar jam satu
Terimakasih untuk cara mu
Yang menjaga aku dan hati ku

Paling enak makan tahu
Makan nya sebijik pakai garpu
Cinta ku hanya satu
Kan ku buktikan kepada mu

Gadis kecil berkepang pita
Hendak pergi ke luar kota
Rasa cinta tetap di jaga
Agar hati selalu bahagia

Ketika perang di negeri jerman
Banyak musuh banyak lawan
Tidak kaya tidak tampan
Yang nomor satu kenyamanan

Bunga mawar tangkai berduri
Wangi sedap tenangkan hati
Izin kan aku menjadi bidadari
Mendampingi mu sepanjang hari

Pohon mangga di tepi rawa
Semua buah terlihat muda
Tetap lah romantis sampai tua
Jangan kalah sama yang tua

Masak ikan di dalam kuali
Paling enak campur terasi
Bukan harta yang aku cari
Tapi cinta yang abadi

Karya sastra : Nur baity RIAU
34SASTRA INDONESIA
Senin 28 Agustus 2017 05:06

Halo apa kabar sahabat sastra ketemulai di 34 Sastra Indonesia, gimana barusan pantunya romantis dan lucu tentunya, perlu sahabat tau puisi itu di karang oleh seorang penulis sastra di 34 sastra indonesia dia berasala salah satu kota di riau tepatnya di daerah Kota Siak Sriindrapura, semoga pantun di atas dapat menghibur dan menjadi referensi bagi sahabat sastra sekalian,

Kami menerima request pantun dan puisi dari sahabat, jika sahabat senang dengan sastra dan ingin mencurahkan isi hati sahabat bisa komen di kolom komentar yang ada di bawah, selain itu jika sahabat ada ide menarik tentang pantun silahkan di sampaikan saya insyaallah kami akan buatkan pantun yang sesuai dengan saran sahabat, Terimakasih.
Read More